Jumat, 14 Juli 2017

KANTONG BOCOR

Refleksi diri 》KANTONG BOCOR/amalannya sia sia

Imam mesjidil haram almakki dalam khutbahnya mengatakan:

إحذروا *الكيس المثقوب*

*Hati-hati dengan kantong yg bocor*

" تتوضأ أحسن وضوء " لكــن. .. تسرف في الماء' *كيس مثقْوب*

Engkau telah berwudhu dgn sebaik-baik wudhu akan tetapi engkau boros memakai air, (itu sama dengan)
*kantong bocor*

" تتصدق عَلى الفقراء بمبلغ ثم .. تذلهم وتضايقهم *كيس مثقْوب.

Engkau bersedekah kepada fakir miskin kemudian, engkau menghina dan menyulitkan mereka, (itu seperti)
*kantong bocor*

تقوم الليل وتصوم النهار وتطيع ربك" لكــن. .. قاطع الرحم *كيس مثقْوب*

Engkau sholat malam hari, puasa di siang hari,  dan mentaati tuhanmu,  tapi engkau memutuskan (tali) silaturrahmi, (jelas itu adalah)
*kantong bocor*

تصوم وتصبر عَلى الجوع و العطش" لكـن .. تسب وتشتم وتلعن *كيس مثقْوب*

Engkau sabar dengan haus dan lapar,  tapi engkau menghina dan mencaci, (sama dengan)
*kantong bocor*

" *تلبسين الطرحه والعباية فوق الملابس* "لكـن .. العطر فواح *كيس مثقْوب*

Engkau memakai baju kerudung dan kebaya,  tapi minyak Wangi menyengat, (itu)
*kantong bocor*

تكرم ضيفك وتحسن إليه لكـن .. بعد خروجه تغتابه وتخرج مساوئه *كيس مثقْوب*

Engkau memuliakan tamumu dan berbuat baik kepadanya,  tapi setelah dia pergi engkau menggunjingkanya, (sungguh itu)
*kantong bocor*

أخيرا ً لا تجمعوا حسناتكم في كيس مثقْوب . تجمعوها بصعوبة من جهة .. ثم تسقط بسهولة من جهه أخرى..
*يا رب اسألك لي ولأحبتي الهداية والغفران* .

Pada akhirnya *engkau hanya mengumpulkan kebaikanmu dalam kantong bocor,*  satu sisi engkau mengumpulkan dengan susah payah kemudian engkau menjatuhkannya dg mudah di sisi lain.

Ya Rabb, kami mohon hidayah dan ampunan atas kami dan orang-orang yg kami cintai

*عجائب الشعب العربي* :

Keganjilan-keganjilan orang-orang Arab (secara khusus dan kaum muslimin umumnya)

1- لايستطيع السفر للحج لأن تكلفة الحج مرتفعه .. لكن يستطيع السفر رغبةً في تغيير الجو !
*ألا إن سلعة الله غالية*

1. Tidak mampu pergi haji karna biayanya besar,  akan tetapi sanggup pergi wisata mengganti suasana,
*bukankah perdagangan Allah itu mahal*

2- لايستطيع شراء الأضحية لغلاء السعر لكن يستطيع شراء آيفون لمواكبة الموضة.
*ألا إن سلعة اللَّـه غالية*

2. Tidak sanggup membeli hewan qurban karna harganya yg mahal,  tapi sanggup membeli iPhone sekedar ganti model. 
*bukankah perdagangan Allah itu mahal*

3- يستطيع قراءة محادثات تصل إلى ١٠٠ محادثه في اليوم ..
ولا يستطيع قراءة ١٠ آيات من القرآن بحجة ليس لديه وقت لقراءة القرآن
*ألا إن سلعة الله غالية*

Sanggup membaca chatingan hingga seratus percakapan tiap hari,  namun tidak sanggup membaca 10 ayat alquran  dengan dalih tiada waktu yg cukup untuk membaca. 

Manfaat memegang TITIT (Penis)

Jangan NGERES dulu.
INI BUKAN PORNO: tapi untuk kesehatan.
Pesan untuk PARA ISTRI

1. Pegang *Titit* bisa menjaga keseimbangan sistem kardiovaskular. Saat Anda memegang *Titit* pasangan dalam waktu yang lama, detak jatung bisa meningkat hingga 110 per menit. Ini bisa menjadi latihan yang bagus bagi kesehatan jantung.

2. Megang *Titit* pun bisa membuat berat badan Anda tetap stabil atau bahkan berkurang. Hal ini dikarenakan, memegang *Titit* selama 5 menit dapat membakar 12 kalori.

3. Megang *Titit* juga dapat mencegah produksi hormon stres, glukokortikoid. Hormon itulah yang menyebabkan tekanan darah tinggi, lemah otot dan insomnia.

4. Ingin wajah lebih kencang? Kalau begitu, jangan ragu untuk lebih sering memegang *Titit*. Dengan memegang *Titit*, lebih dari 30 otot wajah bergerak sehingga berguna untuk meningkatkan aliran darah ke kulit wajah dan menghaluskan kulit.

5. Selama ini memegang *Titit* dianggap sebagai hal yang tidak sopan. Tetapi pada kenyataanya memegang *Titit* dapat bikin kita awet muda, merupakan obat alami yang dapat mengatasi awet muda dapat merangsang sistem kekebalan tubuh, hasilnya adalah produksi antibodi yang mampu melindungi Anda dari virus. Proses ini disebut cross-imunoterapi.

6. Setelah memegang *Titit*, wanita biasanya nafas menjadi lebih cepat. Rata-rata setelah memegangnya, orang akan menghirup dan membuang nafas 60 kali dalam satu menit. Sedangkan dalam keadaan normal, hanya 20 kali tiap satu menit. Menghirup dan membuang nafas lebih sering akan mencegah berbagai gangguan di paru-paru.

7. Memegang *Titit* lebih dari 3 menit akan merangsang tubuh menghasilkan rantai kimiawi yang akan menghancurkan hormon penyebab stress.

*Nah... tunggu apalagi, BUAT WANITA yang belom bersuami, segera carilah Pasangan anda serta cepatlah menikah dαη peganglah TITITnya demi kelangsungan hidup anda.*
*Bagi yang sudah punya suami, jangan sia-siakan Titit suami anda demi kesehatan anda berdua...*

*Titit itu indah...*

*DR. Budi ws  SPOG*

Tahukah anda?

1. Jika maag bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan, tapi justru lebih didominasi karena stress.

2. Jika hypertensi bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak konsumsi makanan yang asin, tapi lebih dominan karena kesalahan dalam memanage emosi.

3. Jika kolesterol bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa malas berlebih yang lebih dominan menimbun lemak.

4. Jika asthma bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, tapi sering merasa sedih yang membuat kerja paru-paru tidak stabil.

5. Jika diabetes bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, tapi sikap egois dan keras kepala yang mengganggu fungsi pankreas.

6. Jika penyakit liver bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat suudzon kepada orang lain yang justru merusak hati kita.

7. Jika jantung koroner bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi jarang sedekah membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil.

Dan masih banyak lagi

Faktor penyebab penyakit adalah karena masalah:

- Spiritual 50%
- Psikis 25%
- Sosial 15%
- Fisik  10%

Yuk... perbaiki diri ke arah yang lebih positif +☺

Salam sehat dan sukses penuh berkah...semoga bermanfat

BUPATI WAY KANAN TIDAK AKAN MEMBANTU KAKAM YANG KORUPSI DD

Waykanan, Lampung,
Bupati Waykanan, Provinsi Lampung Raden Adipati Surya berjanji tidak akan memberikan bantuan hukum bila terdapat kepala kampung (Kakam) yang berurusan dengan aparat penegak hukum lantaran tersangkut dugaan korupsi dana desa.

Karena, lanjut dia, di Waykanan, Selasa, sudah ada 15 kepala kampung yang terindikasi korupsi dana desa dan saat ini proses hukum sedang berjalan di Polres Waykanan.

Ia menjelaskan dana desa (DD) dan alokasi dana kampung (ADK) bukan milik kepala kampung (kakam), tetapi milik rakyat. Tiap satu rupiah yang di keluarkan itu wajib dipertanggungjawabkan.

Keinginan pemerintah pusat membangun desa, lanjutnya, untuk menjadikan suatu contoh pembangunan dari desa, saat ini sudah mulai dirasakan oleh masyarakat, termasuk masyarakat Waykanan sudah merasakan hasil dari dana desa yang dikucurkan dari Pemerintah Pusat tersebut.

Selain dapat dibangunkan jalan, alokasi dana itu dapat membuat desa menjadi wajah dari kabupaten tersebut.

"Sejak Pemerintahan Jokowi - JK, desa mendapatkan kucuran dana yang begitu besar, dan langsung dikelola oleh desa tersebut. Tetapi ini sangat rawan penyelewengan, untuk mengantisipasi penyelewengan harus ada perhatian khusus kepada kepala kampung agar tidak terseret kasus korupsi," ujar dia.

Selain itu, orang nomor satu di bumi "ramik ragom" ini meminta kepada seluruh kepala kampung di Kabupaten Waykanan agar mengelola dana desa dengan baik dan benar serta dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Dana desa, lanjutnya, bukan untuk kepentingan pribadi atau untuk memperkaya diri sendiri. Tetapi dana ini semua diperuntukan bagi kepentingan rakyat.

"Saya minta dana desa dikelola dengan baik. Dana desa bukan milik kepala kampung melainkan untuk kepentingan rakyat. Satu rupiah yang di keluarkan itu semua ada laporan pertanggungjawabannya, jadi jangan main-main dengan dana desa tersebut," jelas Adipati.

Mantan ketua DPRD Waykanan ini menjelaskan, pihaknya tidak akan memberi toleransi bila ada penyimpangan dalam pengelolaan dana desa.

"Sekarang banyak orang yang bicara kenapa saat ini banyak kepala kampung yang diperiksa, sedangkan sebelumnya tidak ada yang diproses hukum?. Karena di pemerintahan saat ini tidak membiarkan uang rakyat dihabisi atau dimakan untuk kepentingan pribadi," kata dia.

Karena, lanjut Adipati uang yang dikucurkan itu merupakan hak rakyat untuk dibangunkan beberapa fasilitas keperluan masyarakat seperti infrastruktur.

KALO NU HARUS KAFFAH

Saya tertarik dengan tulisan sahabat saya, Ahmad Tsauri, alumni Lirboyo dan murid Maulana Habib Lutfi bin Yahya di acount Facebook-nya. Ia menulis:

"...Kita juga akan sangat sulit melakukan gerakan riil jika generasi muda NU sendiri tidak begitu faham pemikiran, ajaran, kearifan, filosofi dan NU secara epistemologis. NU tidak lebih dari sekedar label. Jadi tidak perlu heran kalau ada NU rasa Wahabi, NU rasa HTI, NU rasa PKS, NU rasa Arab dll. Jika NU adalah proses pelembagaan kearifan Islam Indonesia yang mengakomodir otentisitas sekaligus lokalitas maka NU berbagai rasa itu bukan lagi NU. Melestarikan paham NU sama dengan menjaga keutuhan NKRI.."

Sepakat dengan Tsauri, menjadi nahdliyin itu tidak mudah. Jangan kira kalau anda tahlilan, maulidan, manaqiban, dan lain-lain anda sudah menjadi NU. Maka itu, para ulama NU menambahkan kata an-nahdliyah setelah ahlussunah wal jama'ah. Ini untuk membedakan Aswaja NU dengan Aswaja banyak rasa yang dikatakan Tsauri di atas.

Pengertian Aswaja An-Nahdliyah tidak hanya mencakup aspek normatif-teologis, yaitu mengikuti salah satu dari mazhab 4 dalam fiqh, Al-Asy'ari dan Al-Maturidi dalam akidah, dan Al-Junaid dan Al Ghazali dalam tasawuf; tapi juga meliputi sikap hidup (ideologi) yang terangkum dalam sikap tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang, proporsional). Tiga prinsip ini menjadi landasan NU dalam menyikapi berbagai persoalan: kebangsaan, politik, sosial, ekonomi, budaya.


Dalam politik, garis politik NU adalah politik kebangsaan. Hadrotussyekh Hasyim Asy'ari menegaskan, nasionalisme dan agama tak bisa dipisahkan, keduanya saling menguatkan. "Agama saja saja tanpa nasionalisme tak bisa menyatukan bangsa, sementara nasionalisme tanpa agama akan kering nilai-nilai" demikian yang sering disampaikan oleh KH. Said Aqil Siradj, ketum PBNU. Inilah sikap tawazun (seimbang) NU dalam politik.

Sikap ini bukan tanpa resiko. Risikonya NU difitnah dengan berbagai macam tuduhan yang memanaskan telinga. Ingat, tahun 1965 ketika NU memutuskan bergabung dengan koalisi NASAKOM, tujuannya adalah untuk mengimbangi kekuatan PKI di pemerintahan, KH. Wahab Hasbullah dinyinyiri oleh Masyumi. Beliau difitnah sebagai antek PKI, gila jabatan, gila uang, dan tuduhan-tuduhan keji lainnya. Bahkan seorang tokoh Masyumi dengan penuh kebencian berkata, "jika kepala Kiyai Wahab dibelah, maka isinya adalah palu arit..".

Apa reaksi Kiyai Wahab? Cuek. Mungkin Mbah Wahab dalam kesendiriannya berkata, "biarlah sejarah yang akan membuktikan..". Dan sejarah memang telah membuktikannya, bahwa tindakan Mbah Wahab benar. Kebalikannya, Masyumi yang dibubarkan oleh Sukarno.

Kondisi saat ini agak-agak mirip dengan tahun 65-an. Tokoh-tokoh NU difitnah, di bully di medsos, dan terang-terangan di caci maki. Boleh jadi sejarah pun akan berulang, tentang siapa yang akan dibubarkan.

Politik kebangsaan yang diusung oleh NU juga menegaskan bahwa NU menolak ideologi khilafah dan turunannya, semacam NKRI bersyari'ah yang diperjuangkan oleh FPI dan kawan-kawannya.

NU menolak dakwah dengan cara-cara radikal (radikal ucapan dan tindakan) dan revolusioner, karena berpotensi mengancam keutuhan bangsa. Cara-cara demikian berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa, karena pasti akan mendapat perlawanan dari kelompok nasionalis dan non muslim. Kaidah fiqh-nya, "menolak kehancuran lebih didahulukan daripada mengambil kemaslahatan".

Alhasil, jadilah NU kaffah. Jangan NU setengah. Setengah wahabi, setengah HTI, setengah PKS, apalagi setengah gila.. hehe Caranya dengan memahami dan mempelajari sejarah NU, Aswaja An-Nahdliyah, Nilai Dasar dan Perjuangan NU, ideologi NU, garis politik dan kebijakan NU, serta profil dan kiprah kiyai-kiyai dan tokoh-tokoh NU yang telah memberi warna dalam sejarah perjalanan bangsa ini. wallahua'lam

*wakil sekretaris Lembaga dakwah PBNU

Mujizat indonesia. KETIKA ANDA MINUM RACUN BERHARAP ORANG LAIN YANG MATI ?!

Bagaimana rasanya membenci keluarga tapi Anda hidup serumah dengan mereka? Tidak ada rasa hormat pada ayah, sering bertengkar dengan ibu, dan tidak ada rasa kasih sayang pada saudara sendiri.

Seperti itulah kira-kira ketika Anda hidup di Indonesia, mencari makan dan bergantung pada tanahnya, tapi Anda membenci pemerintahan yang berkuasa.

Saat membenci pemerintah, yang Anda benci mungkin baik-baik saja, tapi siapa yang menanggung 'ketidaknyamanan' sebagai konsekuensi dari rasa benci itu sendiri?

Bagaimana bisa Anda meminum racun tapi berharap orang lain yang mati?

Apakah dengan membenci, serta merta pemerintah akan berganti sendiri?

Ketidakpuasan terhadap pemerintah selalu ada, tidak peduli siapa yang sedang berkuasa.

Sekarang, katanya jaman Pak Soeharto adalah jaman yang paling enak, tapi kenapa dulu orang-orang kompak melengserkan?

Apakah benar jika kebaikan orang lebih kelihatan saat sudah jadi mantan? #eh

Dulu dicerca, sekarang dipuja.

Sekarang dihina, kalau sudah jatuh baru kelihatan baiknya.

Saya pernah menulis status dengan judul "KUALITAS SUATU NEGARA DINILAI DARI RAKYAT DAN TOILETNYA"

Bagaimana bisa? Karena pemerintah juga berasal dari kita-kita. Percuma mengganti total semua pejabat negara, karena masalah moral ini telah merata ke seluruh rakyat Indonesia, karakter buruk pemerintah sudah mencapai lapisan rakyat paling kecil. Ya, itu adalah KITA sebagai masyarakatnya.

Wakil rakyat yang ada sekarang ini berasal darimana? Dari KITA kan? Berarti KITA yang sebenarnya bobrok sehingga menghasilkan wakil rakyat yang bobrok juga.

Kalau melihat ada anggota dewan yang berantem dalam sidang, itu karena dia berasal dari kultur masyarakat yang anarkis.

Kalau melihat ada pejabat kita yang korup, ya karena dia berasal dari masyarakat yang feodal dan konsumtif.

Yang dulu lantang berteriak di jalan menentang korupsi, justru saat diangkat mereka melakukan hal yang dulu ditentangnya. Karena apa? Karena ia pun berasal dari masyarakat yang tidak "TERDIDIK".

Dulu negara kita pernah dipimpin oleh ilmuwan, tapi tidak membuat rakyatnya serta merta intelek semua.

Negara kita pernah dipimpin seorang ulama, tapi tidak membuat rakyatnya religius dan berkarakter mulia.

Negara kita juga pernah dipimpin seseorang yang bijak, tapi tetap saja rakyatnya banyak yang anarkis.

Karena masyarakat terlalu berharap bahwa pemerintah yang akan mengubah mereka, tapi mereka tetap saja mempertahankan karakter-karakter lama.

Cobalah tengok realita. Dengan memupuk kesadaran "semua salah pemerintah", kapan kita sendiri akan mulai berbenah?

Kualitas suatu negara juga bisa dilihat dari toiletnya. Jika di toilet-toilet yang mayoritas penggunanya orang dewasa pun masih ada peringatan "Siram kloset setelah dipakai",

Jika untuk hal sesederhana itu saja perlu diingatkan, diatur, dan ditegur,

Apalagi mau ngurus negara?

□fara

Kamis, 13 Juli 2017

("WANITA & LELAKI DI MATA HUKUM ISLAM")

Wanita perlu taat kepada suaminya, setelah itu baru kepada bapak dan ibunya.
Tapi tahukah, bahwa lelaki wajib taat kepada Ibunya 3x lebih utama dari pada kepada bapaknya ...

Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada Lelaki.
Tapi tahukah bahwa harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk Isteri dan anak-anaknya ...

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak.
Tapi tahukah bahwa setiap saat wanita didoakan oleh segala umat, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini. Serta jika ia mati karena melahirkan adalah Syahid niscaya Surga akan menantinya.

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggung jawabkan 4 wanita, yaitu:
1. Isterinya
2. Ibunya
3. Anak Perempuannya dan
4. Saudara Perempuannya

Artinya :
bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu :
1. Suaminya
2. Ayahnya
3. Anak Lelakinya dan
4. Saudara Lelakinya

_Seorang wanita boleh memasuki pintu surga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya..  dengan syarat :_

_*1. Shalat 5 waktu*_
_*2. Menutup Aurat*_
_*3. Puasa di bulan Ramadhan*_
_*4. Taat kepada Suaminya*_

Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata..

Sebarkan tausyiah ini kepada saudara muslim semoga pahala mengalir kepada kita.. آمِيْنَ اَللَّهُـمَّ آمِيْنَ Amiiin... !!!

Di kirim khusus kepada wanita shalihah agar senantiasa :
_@ Bersabar saat tertekan_
_@ Tersenyum di saat hati menangis_
_@ Diam saat terhina_
_@ Mempesona krn memaafkan_
_@ Mengasihi tanpa pamrih_
_@ Bertambah kuat di dlm doa dan pengharapan.._

Dikirim untuk laki-laki agar senantiasa mencintai Isterinya, Ibunya, Anak Perempuannya dan Saudara perempuan.

11 GOLONGAN MANUSIA TERBAIK*

من هم خيرُ الناس ؟
*Siapakah sebaik-baik manusia?*
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
*Sabda Rasulullah sallallahu 'alayhi wasallam.*

( *خيركم من تعلم القرآن وعلمه*)  صحيح البخاري 5027
*1. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya kepada orang lain.*

( *خياركم أحاسنكم أخلاقا* )
صحيح البخاري6035
*2. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang terbaik akhlaknya.*

( *خيركم أحسنكم قضاء* )
أي عند رد القرض .
صحيح البخاري رقم 2305
*3. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang terbaik pembayaran hutangnya.*

( *خيركم من يُرجى خيره ويُؤمٓن شره* )
صحيح الترمذي / 2263

*4. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang diharapkan kebaikannya dan selamat daripada kejahatannya.*

( *خيركم خيركم لأهله* )
صحيح ابن حبان / 4177

*5. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang terbaik terhadap isterinya.*

( *خيركم من أطعم الطعام وردَّ السلام* )
صحيح الجامع / 3318

*6. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang suka memberi makan dan menjawab salam.*

( *خياركم ألينُكم مناكب في الصلاة* )
الترغيب والترهيب  234/1
أي: يفسح لمن يدخل الصف في الصلاة .

*7. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang lemah lembut bahunya dalam sholat (dlm saf sholat dengan memberi ruang kepada saudaranya).*

( *خير الناس من طال عمره وحسن عمله* )
صحيح الجامع 3297

*8. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang panjang umurnya dan baik amalannya.*

( *خير الناس أنفعهم للناس* )
صحيح الجامع 3289

*9. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang paling memberi kemanfaatan kepada orang lain.*

( *خير الأصحاب عند الله خيركم لصاحبه، وخير الجيران عند الله خيركم لجاره* )
صحيح الأدب المفرد/84
 
*10. Sebaik-baik sahabat di sisi Allah ialah yang terbaik terhadap sahabatnya, sebaik-baik bertetangga  ialah yang terbaik terhadap tetangganya.*

( *خير النَّاس ذو القلب المَخْمُوم واللِّسان الصَّادق* ) قالوا : صدوق اللسان نعرفه ، فما مخموم القلب ؟ قال :
(  *هو النقي ، التقي ، لا إثم عليه ، ولا بغي ، ولا غل ، ولا حسد* ) .
صحيح الجامع /3291

*11  Sebaik-baik manusia ialah yang memiliki hati yang sejahtera (suci, taqwa, jauh dari dosa, jauh dari  dendam, jauh dari dengki) dan lidah yang benar.*

*جعلني الله واياكم من خير الناس*
*Semoga Allah menjadikan kita semua menjadi sebaik-baik manusia*.
*aamiin yaa rabbal'alamiin*

NU SEBAGAI ORGANISASI

NU sebuah perkumpulan (organisasi) yang beraqidah Islam Ahlussunah wal Jama'ah. Sebagai organisasi, NU memiliki AD-ART yang dijadikan pedoman bagi mereka yang ingin menjadi ANGGOTA NU. Dengan demikian orang yang ngaku NU wajib menjalankan ASWAJA dan patuh terhadap AD-ART NU.
Orang yang mengaku Aswaja belum tentu NU, tetapi yang menjadi ANGGOTA NU adalah ASWAJA.

NW (Nahdlatul Wathan) di NTB dasar aqidah dan amaliyahnya persis NU tetapi BUKAN NU. Mathla'ul Anwar yang didirikan 1916 di Banten juga beraqidah Islam Ahlussunah wal Jamaah, tp juga BUKAN NU.dst.
Bahkan sekarang menjamur organisasi anyaran yang menggunakan kata Aswaja.

Banyak orang yang mengenalkan ajaran (amaliyah) NU ke masyarakat akhirnya menjadi NU dan bergabung ke NU, itu disebut al-jihad bi NU.
TETAPI tdk sedikit orang yang mencari (mencuri) jamaah NU utk kepentingan kelompoknya yang akhirnya menjauhkan dari NU. Ada juga yang semula jamaahnya sedikit masih mengaku NU, ttp setelah gede (banyak) terus bilang tdk NU-NUan, itu haknya.. tidak perlu dipaksa, tetapi ingat! Pernyataan itu melukai hati orang2 NU yang meneruskan perjuangan para pendiri NU.

Ingat pernyataan para pendiri, termasuk.Mbah Hasyim Asy'ari  siapa yang mengurusi NU ada santriku, siapa yang menjadi santriku saya doakan Husnul khatimah sak anak cucunya.

Kata "mengurus NU" adalah NU sebagai organisasi yang di dalamnya ada pengurus dan anggota.
Pernyataan KH Abdul Wahab Hasbullah juga secara  jelas menyebut kata NU, yang berarti NU sebagai sebuah organisasi yang beraqidah Islam ASWAJA yang beliau2 didirikan. Bisa jadi pernyataan itu muncul karena masih ada kiai pesantren yang belum bergabung  (ragu2 atau belum mengerti) dengan organisasi NU. Mbah As'ad Syamsul Arifin pesan kepada santrinya juga menyebut kata NU secara ekaplisit. Mbah Ali Ma'shum, Rois Am ke-4 juga berwasiat kepada santri dan masyarakat NU yang dijabarkan secara rinci demikian.

5 Pesan KH. Ali Maksum (Krapyak) untuk Warga NU

من وصايا المكرم العالم الشيخ على معصوم كرافياك رحمه الله وأفاض لنا من بركاته وعلومه ونفحاته وانواره:

١. العلم والتعلم بنهضة العلماء

Pertama, yakni al-‘alimu wat ta’alum bi nahdlatil ulama. Warga Nahdliyyin mesti mempelajari apa dan bagaimana NU.

٢. العمل بنهضة العلماء

Kedua, yaitu setelah mempelajari juga dianjurkan untuk diamalkan dan diajarkan (al-amalu bi nahdlatil ulama).

٣. الجهاد بنهضة العلماء

Ketiga, berjihad sesuai dengan ruh Nahdlatul Ulama yang tercermin dalam Rahmatal lil alamin (Al-Jihadu bi nahdlatil ulama)

٤. الصبر بنهضة العلماء

Keempat, ketika kita berjuang harus sabar dengan kemasan Nahdlatul Ulama (Ash-Shabru bi nahdlatil ulama)

٥. الثقة بنهضة العلماء

Kelima, setelah semuanya dilakukan kita harus memiliki keyakinan terhadap perjuangan NU (Ats-Tsaqoh bi nahdlatil ulama)

Mau bergabung dengan NU itu harus didasarkan KESADARAN.

(ABDULLAH FAISHOL, Rais Syuriyah PCNU Sukoharjo,Alumni PKP II).

Pangkat Pak Guru


Sismanto HS

Sewaktu saya usia SD saya selalu bertanya-tanya apa yang membedakan pangkat,  title dan gelar. Penggunaan pangkat dan golongan lazimnya digunakan oleh kalangan militer, namun demikian hal ini kurang berlaku bagi para pegawai sipil, baik kalangan akademisi di perguruan tinggi maupun para guru guru di sekolah.

Sekedar pengetahuan bagi kita bersama urutan sistem kepangkatan yang ada di institusi Polri, menyebut sistem kepangkatannya melekat pada nama mulai dari Bhayangkara Dua (Bharada), Bhayangkara Satu (Bharatu) sampai dengan Jenderal.

Sementara penyebutan pangkat TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara mulai dari prajurit dua (prada) sampai dengan Kolonel penyebutannya sama, yang berbeda hanyalah untuk penyebutan kepangkatan jenderal bintang 1 sampai dengan jenderal bintang 4.

Baik TNI maupun Polri akan menuliskan pangkatnya melekat pada nama ketika menandatangani berkas maupun laporan, sementara di kalangan akademisi dosen penyebutan pangkat hanya disematkan apabila dosen tersebut dianugerahi gelar "profesor", penulisan perpangkatan yang lain tidak akan disertakan atau melekat dalam penulisan nama maupun jabatannya.

Di Indonesia untuk mendapatkan gelar profesor ada dua cara: yang pertama secara riset dan sistem kepangkatan. Untuk mendapatkan gelar Profesor melalui jalur sistem kepangkatan. maka seorang dosen harus menempuh pendidikan S1, S2, dan S3 yang linier serta diikuti golongan kepangkatan sudah mencapai 4E / 4F. Sementara untuk mendapatkan gelar dari jalur riset, sepanjang pengetahuan saya belum ada satupun dosen di Indonesia yang mendapatkan gelar Profesor melalui jalur ini.

Disamping itu sangat lazim digunakan melekat pada nama baik di kalangan TNI Polri maupun akademisi adalah penyematan gelar akademik sarjana, magister, dan doktor. Hal ini merupakan gelar akademik bukan sistem kepangkatan.

Menarik untuk dicermati adalah penyematan kepangkatan dan golongan bagi aparatur sipil negara (ASN), meskipun tidak melekat pada nama sistem kepangkatannya namun untuk penandatanganan berkas maupun laporan di bawah nama ASN akan diikutkan nomor induk pegawai dan kepangkatannya. Hal inilah yang membedakan birokrasi ASN dengan birokrasi akademisi dosen maupun guru.

Lebih-lebih guru yang mengajar di sekolah swasta maupun yayasan swasta bila tidak mengadopsi sistem pangkat dan golongan pegawai negeri, maka dapat dipastikan tidak akan memiliki pangkat dan golongan.

Di sekolah tempat saya mengajar juga tidak ada sistem kepangkatan maupun golongan sebagaimana ASN (Aparatur Sipil Negara), yang saya miliki sebagaimana kawan-kawan guru yang lain adalah Nomor Induk Yayasan (NIY).

Meskipun demikian, seorang guru swasta memiliki kemungkinan untuk memiliki sistem kepangkatan sebagaimana layaknya aparatur sipil negara yakni dengan mengikuti inpassing. Setelah mengikuti inpassing, Saya memiliki pangkat atau golongan III b (Penata Muda Tingkat 1), barangkali kalau disetarakan dengan pangkat di sistem kemiliteran golongan III B (penata muda tingkat 1) setara dengan Letnan satu (Lettu).

Seandainya sistem kepangkatan aparatur sipil negara ini melekat pada nama, maka akan kita jumpai Penata Muda Tingkat 1 Sismanto, Pembina Muda Siamanto, Pembina Utama Sismanto, dan untungnya tidak. Sampai saat ini sistem kepangkatan yang melekat pada guru bukan berasal dati sistem kepangkatan aparatur sipil negara (ASN), namun kepangkatan yang berasal dari masyarakat. Setinggi apapun pangkat dan golongan yang dimiliki oleh guru, masyarakat akan tetap menyebut "Pak guru" dan "Bu guru".

Sismanto HS
Penata Muda tingkat 1��

Sangatta, 12 Juli 2017

Selasa, 11 Juli 2017

HTI RESMI DIBUBARKAN

Jokowi Teken Perppu Pembubaran HTI

Presiden Joko Widodo bakal menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Penerbitan Perppu ini dilbakukan mengingat pemerintah tidak bisa membubarkan HTI jika melalui UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

"Pembubaran ormas radikal Insya Allah besok, ini langsung ditandatangani, akan diumumkan (presiden)," ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj,  usai bertemu Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 11 Juli 2017.

Sebelumnya beberapa waktu lalu melalui Menkopolhukam Wiranto, pemerintah mengumumkan pembubaran HTI. Namun jalan terjal kalau mengacu UU Ormas. Sebab, harus melalui pengadilan terlebih dahulu.

Said mengatakan, Presiden Jokowi nantinya yang akan mengumumkan diterbitkannya Perppu pembubaran HTI. “Iya Perppu sudah ditandatangani Presiden. Besok akan dibacakan," katanya.

Apa isi perppu itu, dan apakah menyebut nama ormas HTI, Said Aqil mengaku tidak mengetahuinya.

"Saya enggak nanya. Kalau kurang saya usul lagi nanti," katanya

~~~~
http : //m .viva. co. id/berita/nasional/934056-jokowi-teken-perppu-pembubaran-hti

WALIYULLAH WANITA

Diceritakan oleh Al Imam Al Quthub Al Habib Ali bin Muhammad Bin Husein Al-Habsyi, bahwa di Yaman ada seorang wali agung perempuan bernama Syeikhah Sulthonah az-Zabidi rha. Pekerjaan beliau ini selalu bersholawat kepada Rasulullah Saw. Saking hebtnya, tiada pekerjaan lain selain sholawat, kecuali di saat sholat.

Pada suatu ketika beliau mendapat suara ghaib, yang meminta beliau minta apa saja, pasti diqabulkan.

Namun beliau sebagai seorang ahli tashawwuf yang memiliki mursyid, jadi beliau tidak langsung mengucapkan permintaannya. Beliau menemui guru beliau dari keluarga Baqushair, dan menanyakan kepada Guru beliau “Apakah ada di dunia ini ada maqam kewalian yang tidak ada lagi maqam sesudahnya??”

Jawab guru Beliau : “Ada, yakni bertemu secara jaga dengan Rasulullah Saw”.

Kemudian Syeikhah Sulthonah meminta agar dipertemukan secara jaga dengan Sayyidina Rasulullah Saw. Seketika itu juga Rasulullah ada di hadapan beliau.

Pada jaman beliau banyak orang-orang titip salam kepada Rasulullah saw lewat beliau, bahkan Rasulullah titip menasihati kepada Syeikhah Sulthonah untuk orang-orang sekitar Syeikhah Sulthonah.

Bahkan Syeikhah Sulthonah berani menjamin syurga bila orang2 berziarah ke tempat beliau pada hari Senin akhir bulan, dikarenakan saat itu Rasulullah saw hadir di tempat beliau.

Begitu tingginya maqam kewalian beliau, sehingga beliau mengetahui maqam kewalian orang-orang, kecuali dua orang, yakni Habib Abdurrahman as-Segaf bin Muhammad Mawla Dawilah r.a, dan anak beliau Habib Abu Bakar as-Sakran r.a. Dua orang Habib yang hidup jaman beliau.

Maqam mereka tidak diketahui odan tidak bisa dijangkau oleh Syeikhah Sulthonah karena begitu tingginya.
Setiap kali Syeikhah Sulthonah mau mengejar maqam mereka, maka maqam mereka melesat begitu cepat dan jauhnya ke atas.

Kata Syeikhah Sulthonah lagi, beliau sudah mengetahui siapa saja di antara wali-wali yang berkunjung kepada Beliau, kecuali 2 orang, yakni Habib Abdurrahman as-Segaf bin Muhammad Mawla Dawilah r.a dan anak beliau habib Abu Bakar as-Sakran r.a, karena mereka bisa langsung ada di hadapan Syeikhah secara tiba-tiba tanpa diketahui oleh Syeikhah Sulthonah.

Hanya saja, kata beliau, bila Habib Abu Bakar as-Sakran mau bertemu, ada suara ghaib dr langit yang mengatakan :”Telah datang seorang sulthon anak seorang sulthon”. Ya, karena Habib Abu Bakar adalah seorang Sulthonul Awliya, dan ayah Beliau pun seorang sulthonul Awliya.

Demikianlah bagaimana maqam seorang awliya yang bertemu secara langsung dengan Rasulullah. Begitu tingginya dan begitu mulianya.

Kata Habib Ali, apa lagi dengan para sahabat Rasulullah Saw (r.anhum ajmaiin), mereka bertemu secara langsung dengan Rasulullah dengan kondisi Rasulullah secara nyata, sedangkan para wali sesudahnya bertemu dengan beliau Saw pada alam yang lain.
Sungguh bertemu beliau secara jaga melebihi nikmat syurga sekalipun. Para sahabat sudah mendapatkan syurga firdaus sebelum memasukinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

‘Janganlah kalian mencaci maki para sahabatku! Janganlah kalian mencaci maki para sahabatku! Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya, seandainya seseorang menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka ia tidak akan dapat menandingi satu mud atau setengahnya dari apa yang telah diinfakkan para sahabatku.
( HR. Muslim )

Alangkah ruginya orang-orang yang berakhlak buruk kepada para sahabat Rasulullah Saw .

JIHAD ISLAM

“Mempelajari apalagi melaksanakan khittah NU adalah termasuk jihad akbar yang tidak akan selesai dalam satu generasi”.

(KH. Ahmad Siddiq)
“KHITTAH  NU”

Keputusan Muktamar XXVII NU

NO 02/MNU-27/1984

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[421] terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu[422], Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. dan Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. (QS. Al-Maidah: 48-49)

Mukaddimah
Nahdlatul Ulama didirikan atas kesadaran dan keinsyafan bahwa setiap manusia hanya bisa memenuhi kebutuhannya bila bersedia untuk hidup bermasyarakat, manusia berusaha mewujudkan kebahagiaan dan menolak bahaya terhadapnya. Persatuan, ikatan bathin, saling bantu-membantu dan kesatuan merupakan prasyarat dari tumbuhnya tali persaudaraan (al-ukhuwah) dan kasih sayang yang menjadi landasan bagi terciptanya tata kemasysrakatan yang baik dan harmonis.

Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyyah diniyah adalah wadah bagi para ulama dan pengikut-pengikutnya yang didirikan pada 16 Rajab 1344 H / 31 Januari 1926 M. dengan tujuan untuk memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jama’ah dan menganut salah satu maadzhab empat, masing-masing Abu Hanifah An-Nu’man, Imam Malik bin Anas, Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal, serta untuk mempersatukan langkah para ulama dan pengikut-pengikutnya dalam melakukan kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa dan ketinggian harkat dan martabat manusia.

Nahdlatul Ulama dengan demikian merupakan gerakan keagamaan yang bertujuan untuk ikut membangun dan mengembangkan insan dan masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT, cerdas, terampil, berakhlak mulia, tentram, adil dan sejahtera.

Nahdlatul Ulama mewujudkan cita-cita dan tujuannya melalui serangkaian ikhtiyar yang didasari oleh dasar-dasar faham keagamaan yang membentuk kepribadian khas Nahdlatul Ulama. Inilah yang kemudian disebut Khittah Nahdlatul Ulama.

Pengertian
Khittah Nahdlatul Ulama adalah landasan berfikir, bersikap dan bertindak warga Nahdlatul Ulama yang harus dicerminkan dalam tingkah laku perseorangan maupun organisasi serta dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Landasan tersebut adalah faham Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah yang diterapkan menurut kondisi kemasyarakatan Indonesia, meliputi dasar-dasar amal keagamaan maupun kemasyarakatan.
Khittah Nahdlatul Ulama juga digali dari intisari perjalanan sejarah khidmahnya dari masa ke masa.
Dasar-Dasar Faham Keagamaan NU
Nahdlatul Ulama mendasarkan faham keagamaan kepada sumber ajaran agama Islam: Al-Qur’an, As-Sunnah, Al-Ijma’ dan Al-Qiyas.
Dalam memahami, manafsirkan Islam dari sumber-sumbernya diatas, Nahdlatul Ulama mengikuti faham Ahlussunnah Wal Jama’ah dan menggunakan jalan pendekatan (al-madzhab):
Di bidang aqidah, Nahdlatul Ulama mengikuti Ahlussunnah Wal Jama’ah yang dipelopori oleh Imam Abul Hasan al-Asy’ari dan Imam Manshur al-Maturidzi.
Di bidang fiqih, Nahdlatul Ulama mengikuti jalan pendekatan (al-madzhab) salah satu dari madzhab Abu Hanifah an-Nu’man, Imam Malik bin Anas, Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’I dan Imam Ahmad bin Hanbal.
Di bidang tasawuf, mengikuti antara lain Imam al-Junaidi al-Baghdadi dan Imam al-Ghazali serta imam-imam yang lain.
Nahdlatul Ulama mengikuti pendirian, bahwa Islam adalah agama yang fitri, yang bersifat menyempurnakan segala kebaikan yang sudah dimiliki manusia. Faham keagamaan yang dianut oleh Nahdlatul Ulama bersifat menyempurnakan nilai-nilai yang baik yang sudah ada dan menjadi milik serta ciri-ciri suatu kelompok manusia seperti suku mapun bangsa dan tidak bertujuan menghapus nilai-nilai tersebut.
Sikap Kemasyarakatan NU
Dasar-dasar pendirian keagamaan Nahdlatul Ulama tersebut menumbuhkan sikap kemasyarakatan yang bercirikan pada:

Sikap Tawassuth dan I’tidal
Sikap tengah yang berintikan kepada prinsip hidup yang menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus ditengah-tengah kehidupan bersama. Nahdlatul Ulama dengan sikap dasar ini akan selalu menjadi kelompok panutan yang bersikap dan bertindak lurus dan selalu bersifat membangun serta menghindari segala bentuk pendekatan yang bersifat tatharruf (ekstrim).

Sikap Tasamuh
Sikap toleran terhadap perbedaan pandangan baik dalam masalah keagamaan, terutama hal-hal yang bersifat furu’ atau menjadi masalah khilafiyah, serta dalam masalah kemasyarakatan dan kebudayaan.

Sikap Tawazun
Sikap seimbang dalam berkhidmah. Menyertakan khidmah kepada Allah SWT, khidmah kepada sesama manusia serta kepada lingkungan hidupnya. Menyelaraskan kepentingan masa lalu, masa kini dan masa mendatang.

Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Selalu memiliki kepekaan untuk mendorong perbuatan yang baik, berguna dan bermanfaat bagi kehidupan bersama; serta menolak dan mencegah semua hal yang dapat menjerumuskan dan merendahkan nilai-nilai kehidupan.

Perilaku Keagamaan dan Sikap Kemasyarakatan
Dasar-dasar keagamaan (angka 3) dan kemasyarakatan (angka 4) membentuk perilaku warga Nahdlatul Ulama, baik dalam tingkah laku perorangan maupun organisasi yang:

Menjunjung tinggi nilai-nilai maupun norma-norma ajaran Islam.
Mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.
Menjunjung tinggi sifat keikhlasan dan berkhidmah serta berjuang.
Menjunjung tinggi persaudaraan (al-ukhuwah), persatuan (al-ittihad) serta kasih mengasihi.
Meluhurkan kemuliaan moral (al-akhlaq al-karimah) dan menjunjung tinggi kejujuran (ash-shidqu) dalam berfikir, bersikap dan bertindak.
Menjunjung tinggi kesetiaan (loyalitas) kepada bangsa dan Negara.
Menjunjung tinggi nilai amal, kerja dan prestasi sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
Menjunjung tinggi ilmu-ilmu pengetahuan serta ahli-ahlinya.
Selalu siap untuk menyesuaikan diri dengan setiap perubahan yang membawa kemaslahatan bagi manusia.
Menjunjung tinggi kepeloporan dalam usaha mendorong memacu dan mempercepat perkembangan masyarakatnya.
Menjunjung tinggi kebersamaan ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Beberapa Ikhtiyar
Sejak berdirinya Nahdlatul Ulama memilih beberapa bidang utama kegiatan sebagai ikhtiyar mewujudkan cita-cita dan tujuan berdirinya, baik tujuan yang bersifat keagamaan maupun kemasyarakatan. Ikhtiyar-ikhtiyar tersebut adalah:

Peningkatan silaturahim/komunikasi/relasi-relasi antar ulama (Dalam Statoeten Nahdlatoel Oelama 1926 disebutkan: mengadakan perhoeboengan diantara oelama-oelama jang bermadzhab).
Peningkatan kegiatan dibidang keilmuan / pengkajian / pendidikan. (Dalam Statoeten Nahdlatoel Oelama 1926 disebutkan: Memeriksa kitab-kitab sebeloemnya dipakai oentoek mengadjar, soepadja diketahoei apakah itoe daripada kitab-kitab assoennah wal djama’ah ataoe kirab-kitab ahli bid’ah; memperbanjak madrasah-madrasah jang berdasar agama Islam).
Peningkatan penyiaran Islam, membangun sarana-sarana peribadatan dan pelayanan social. (Dalam Statoeten Nahdlatoel Oelama 1926 disebutkan: Menjiarkan agama Islam dengan djalan apa sadja jang halal; memperhatikan hal-hal jang berhoeboengan dengan masdjid-masdjid, soeraoe-soeraoe dan pondok-pondok, begitoe djoega dengan hal ikhwalnya anak-anak jatim dan orang fakir miskin).
Peningkatan taraf dan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan yang terarah. (Dalam Statoeten Nahdlatoel Oelama 1926 disebutkan: Mendirikan badan-badan oentoek memajoekan oeroesan pertanian, perniagaan dan peroesahaan jang tiada dilarang oleh sjara’ agama Islam).
Kegiatan-kegiatan yang dipilih oleh Nahdlatul Ulama pada awal berdiri dan khidmahnya menunjukkan pandangan dasar yang peka terhadap pentingnya terus-menerus membangun hubungan dan komunikasi antar para ulama sebagai pemimpin masyarakat; serta adanya kepribadian atas nasib manusia yang terjerat oleh keterbelakangan, kebodohan dan kemiskinan.

Sejak semula Nahdlatul Ulama melihat masalah ini sebagai bidang garapan yang harus dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan nyata.Pilihan akan ikhtiyar yang dilakukan mendasari kegiatan Nahdlatul Ulama dari masa ke masa dengan tujuan untuk melakukan perbaikan, perubahan dan pembaharuan masyarakat, terutama dengan mendorong swadaya masyarakat sendiri.

Nahdlatul Ulama sejak semula meyakini bahwa persatuan dan kesatuan para ulama dan pengikutnya, masalah pendidikan, dakwah Islamiyah, kegiatan social serta perekonomian adalah masalah yang tidak bisa dipisahkan untuk mengubah masyarakat yang terbelakang, bodoh dan miskin menjadi masyarakat yang maju, sejahtera dan berakhlak mulia.

Pilihan kegiatan Nahdlatul Ulama tersebut sekaligus menumbuhkan sikap partisipatif kepada setiap usaha yang bertujuan membawa masyarakat kepada kehidupan yang maslahat. Sehingga setiap kegiatan Nahdlatul Ulama untuk kemaslahatan manusia dipandang sebagai perwujudan amal ibadah yang didasarkan pada faham keagamaan yang dianutnya.

Fungsi Organisasi dan Kepemimpinan Ulama
Dalam rangka kemaslahatan ikhtiyarnya, Nahdlatul Ulama membentuk organisasi yang mempunyai struktur tertentu dengan fungsi sebagai alat untuk melakukan koordinasi bagi terciptanya tujuan yang telah ditentukan, baik itu bersifat keagamaan maupun kemasyarakatan.

Karena pada dasarnya Nahdlatul Ulama adalah Jam’iyyah Diniyah yang membawa faham keagamaan, maka Ulama sebagai mata rantai pembawa faham Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah, selalu ditempatkan sebagai pengelola, pengendali, pengawas dan pembimbing utama jalannya organisasi. Sedang untuk melaksanakan kegiatannya, Nahdlatul Ulama menempatkan tenaga-tenaga yang sesuai dengan bidangnya guna menanganinya.

NU dan Kehidupan Bernegara
Sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan bangsa Indonesia, Nahdlatul Ulama senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan Nasional Bangsa Indonesia. Nahdlatul Ulama secara sadar mengambil posisi aktif dalam proses perjuangan mencapai dan memperjuangkan kemerdekaan, serta ikut aktif dalam penyusunan UUD 1945.

Keberadaan Nahdlatul Ulama yang senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan bangsa, menempatkan Nahdlatul Ulama dan segenap warganya selalu aktif mengambil bagian dalam pembangunan bangsa menuju masyarakat adil dan makmur yang diridlai Allah SWT. Oleh karenanya, setiap warga Nahdlatul Ulama harus menjadi warga Negara yang senantiasa menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945.

Sebagai organisasi keagamaan, Nahdlatul Ulama merupakan bagian tak terpisahkan dari umat Islam Indonesia yang senantiasa berusaha memegang teguh prinsip persaudaraan (ukhuwwah), toleransi (at-tasamuh), kebersamaan dan hidup berdampingan baik dengan sesama warga Negara yang mempunyai keyakinan/agama lain untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh dan dinamis.

Sebagai organisasi yang mempunyai fungsi pendidikan Nahdlatul Ulama berusaha secara sadar untuk menciptakan warga Negara yang menyadari akan hak dan kewajibannya terhadap bangsa dan Negara.

Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyyah secara organisatoris tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan manapun juga. Setiap warga Nahdlatul Ulama adalah warga Negara yang mempunyai hak-hak politik yang dilindungi oleh undang-undang.

Didalam hal warga Nahdlatul Ulama menggunakan hak-hak politiknya harus melakukan secara bertanggung jawab, sehingga dengan demikian dapat ditumbuhkan sikap hidup yang demokratis, konstitusional, taat hokum dan mampu mengembangkan mekanisme musyawarah, dan mufakat dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi bersama.

Khatimah
Khittah Nahdlatul Ulama merupakan landasan dan patokan dasar yang perwujudannya dengan izin Allah SWT, terutama tergantung kepada semangat pemimpin warga Nahdlatul Ulama. Jam’iyyah Nahdlatul Ulama hanya akan memperoleh dan mencapai cita-cita jika pemimpin dan warganya benar-benar meresapi dan mengenalkan Khittah Nahdlatul Ulama ini.

Ihdinashiraathal Mustaqim

Hasbunallah Wani’mal Wakil, Ni’mal Mauly Wani’man Nashir